2018037
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Pengertian Ikatan Kovalen
Kita tahu bahwa unsur logam memiliki keelektronegatifan yang kecil sehingga akan mudah untuk melepaskan elektron membentuk ion positif sedangkan unsur nonlogam memiliki keelektronegatifan yang besar sehingga akan mudah menarik elektron membentuk ion negatif.
Jika atom-atom pada unsur logam dengan nonlogam berikatan maka atom logam akan melepaskan elektron dan atom nonlogam akan menarik elektron tersebut sehingga mencapai kestabilan dengan membentuk ikatan ion. Jadi pada ikatan ion terjadi perpindahan elektron. Lalu apa yang akan terjadi jika atom-atom sesama unsur nonlogam bergabung?
Unsur nonlogam umumnya mempunyai keelektronegatifan yang besar yang artinya akan sulit untuk melepas elektron tetapi mudah menarik elektron. Jika atom-atom yang memiliki keelektronegatifan yang sama besar bergabung (atom-atom antar sesama unsur nonlogam), maka tidak akan terjadi perpindahan elektron.
Karena tidak terjadi perpindahan elektron maka untuk mencapai kestabilannya, elektron-elektron dari kedua atom akan digunakan secara bersama-sama membentuk suatu ikatan kimia yang disebut dengan ikatan kovalen. Jadi dapat disimpulkan bahwa:
Ikatan kovalen terbentuk diantara dua atom yang sama-sama ingin menangkap elektron. Dua atom unsur nonlogam saling menyumbangkan elektron agar tersedia satu atau lebih pasangan elektron yang dijadikan milik bersama. Artinya, pasangan elektron ditarik oleh inti kedua atom yang berikatan.
Pada ikatan kovalen dikenal istilah PEI dan PEB. PEI artinya Pasangan Elektron Ikatan yaitu pasangan elektron yang digunakan secara bersama-sama oleh dua atom yang berikatan kovalen. Sedangkan PEB artinya Pasangan Elektron Bebas yaitu pasangan elektron yang tidak digunakan untuk berikatan kovalen.
Dalam kimia, ikatan kovalen dikelompokkan berdasarkan karakteristik tertentu. Pengelompokkan ini ada yang berdasarkan jumlah PEI-nya, berdasarkan sumber PEI-nya dan berdasarkan kepolaran ikatan. Berikut ini akan dijelaskan satu-satu definisi dari masing-masing jenis ikatan kovalen.
Jenis-Jenis Ikatan Kovalen Berdasarkan Sumber Pasangan Elektron Ikatan
Berdasarkan sumber PEI-nya, ikatan kovalen dibedakan menjadi dua yaitu:
a) Ikatan Kovalen
ikatan kovalen (yang sedang kita bahas sekarang) adalah ikatan yang terbentuk apabila pasangan elektron yang digunakan bersama berasal dari masing-masing atom yang berikatan dengan kata lain PEI berasal dari dua atom yang berikatan.
b) Ikatan Kovalen Koordinasi
ikatan kovalen koordinasi adalah ikatan yang terbentuk apabila pasangan elektron yang digunakan bersama berasal dari salah satu dari dua atom yang berikatan. Dengan kata lain PEI berasal dari salah satu atom yang berikatan.
Jenis-Jenis Ikatan Kovalen Berdasarkan Sifat Kepolaran Ikatan
Berdasarkan sifat kepolarannya, ikatan kovalen dibedakan menjadi dua yaitu:
a) Ikatan Kovalen Polar
ikatan kovalen polar adalah ikatan kovalen yang PEI-nya cenderung tertarik ke salah satu atom yang berikatan sehingga menyebabkan bentuk molekulnya asimetris (tidak proporsioanal).
b) Ikatan Kovalen Nonpolar
Ikatan kovalen nonpolar adalah ikatan kovalen yang PEI-nya tertarik sama kuat ke arah atom-atom yang berikatan sehingga menyebabkan bentuk molekulnya simetris (proporsional).
Proses Pembentukan Ikatan Kovalen
Untuk menggambarkan proses pembentukan ikatan kovalen diperlukan struktur lewis. Jika kalian belum paham mengenai struktur lewis silahkan kalian pelajari artikel tentang
pengertian, lambang dan cara menggambarkan struktur lewis. Berikut ini adalah contoh proses pembentukan ikatan kovalen dari senyawa H2 dan H2O berikut ini.
pengertian, lambang dan cara menggambarkan struktur lewis. Berikut ini adalah contoh proses pembentukan ikatan kovalen dari senyawa H2 dan H2O berikut ini.
Proses Pembentukan Ikatan Kovalen Pada Senyawa H2
Konfigurasi elektron dari 1H = 1
Atom H akan stabil jika mengikat satu elektron membentuk konfigurasi elektron mirip dengan atom He (2). Satu elektron ini dapat diperoleh dengan cara saling memasangkan elektron dari dua atom H, sehingga dengan menggunakan rumus lewis, pembentukan senyawa H2 digambarkan sebagai berikut:
Pada gambar struktur lewis H2 di atas, setiap atom H memiliki dua elektron valensi (seperti He) yang digunakan secara bersama-sama. Dua elektron valensi ini disebut dengan pasangan elektron ikatan (PEI). Karena molekul H2 sudah mencapai kaidah duplet maka molekul ini sudah stabil.
Sifat-Sifat Senyawa Kovalen
Sifat-sifat atau karakteristik senyawa yang berikatan kovalen adalah sebagai berikut:
- Pada suhu kamar umumnya berupa gas (misal H2, O2, N2, Cl2 dan CO2), cair (misal H2O dan HCl) ataupun berupa padatan (I2).
- Bentuk padatan senyawa kovalen lunak namun tidak rapuh
- Senyawa dengan ikatan kovalen umumnya memiliki titik leleh dan titik didih yang rendah. Titik didih dan titik leleh rendah disebabkan gaya tarik menarik antar molekulnya sangat lemah. Misalkan senyawa air yang memiliki titik didih 100o (relatif rendah), hal ini bukan disebabkan oleh ikatan kovalennya melainkan lemahnya ikatan antar molekul air. Inilah yang menyebabkan air mudah menguap menjadi berwujud gas (uap air). Saat berbentuk uap air, ikatan kovalen antara H dengan O tidak terputus hanya ikatan antar molekulnya yang terputus.
- Senyawa kovalen umumnya tidak larut dalam pelarut polar (misalnya air) tetapi larut dalam pelarut nonpolar (organik) seperti minyak tanah, bensin, aseton dan sebagainya.
- Senyawa kovalen polar mampu menghantarkan listrik (misalnya larutan HCl) meski dengan kualitas yang buruk, karena dalam larutan senyawa kovalen polar terkandung ion-ion (semu) yang menjadikan larutan bersifat elektrolit lemah.
- Senyawa kovalen nonpolar sebagian besar tidak mampu menghantarkan listrik baik padatan, leburan atau larutannya.
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Komentar
Posting Komentar